Ada lirik lagu yang sangat menarik, dinyanyikan The Killers, berjudul Mr. Brightside
---
Coming out of my cage
And I've been doing just fine
Gotta gotta be down
Because I want it all
It started out with a kiss
How did it end up like this?
It was only a kiss
It was only a kiss
Now I'm falling asleep
And she's calling a cab
While he's having a smoke
And she's taking a drag
Now they're going to bed
And my stomach is sick
And its all in my head
But she's touching his chest now
He takes off her dress now
Let me go
And I just can't look its killing me
And taking control
Jealousy turning saints into the sea
Swimming through sick lullabye
Choking on your alibis
But its just the price I pay
Destiny is calling me
Open up my eager eyes'
Cos I'm Mr Brightside
(Twice, then...)I never, I never, I never, I never"
---
Entah itu cinta atau ego. Lepas dari kerudung idealis, jadilah realis. Cinta tidak harus memiliki, ah benar-benar suatu pembelaan atas rendahnya resistensi. Yang pasti, kesempatan hanya datang sekali dalam pertandingan yang adil. Jadi, belajarlah menerima kenyataan. Hidup kan tidak selalu berpusat pada seseorang. Tuhan adalah penonton yang tak memihak, bung..
Friday, May 13, 2005
Bintang bersegi delapan
Aku mencoba tuk memelihara kesederhanaan hidupku. Termasuk di dalamnya pola pikir, cara pandang, dan bagaimana berinteraksi dengan yang lain. Aku selalu menganggap bahwa penyataan berikut adalah benar ‘bersikaplah kepada orang lain, sama seperti apa yang kamu harapkan mereka bersikap kepadamu’. Itulah apa yang aku patronkan sebagai neraca keseimbangan hidupku. Tapi ternyata salah, terkadang masing-masing alur diciptakan indah dalam ketidakteraturan mereka. Jujur bahwa adalah sulit dan bahkan menakutkan untuk melangkah keluar dari lingkaran pemahaman. Karena lingkaran itu yang membuat kita menjadi tirani yang buta, si macan kandang, dan penguasa mutlak dari hukum ‘setempat’ yang tercipta. Mereka yang masuk ke dalamnya dan berbuat tidak sesuai adalah salah. Padahal kita, manusia yang tak terlepas dari kesalahan, dan mungkin tidak semua harus dipahami, melainkan dimengerti.
I know someday you'll have a beautiful life, I know you'll be a star in somebody else's sky, but why can't it be, why can't it be mine…
Bintang yang paling terang dalam langitku hanyalah satu, dan yang lain akan menambah indahnya tudung malamku, walau tak harus menjadi bintang.
I know someday you'll have a beautiful life, I know you'll be a star in somebody else's sky, but why can't it be, why can't it be mine…
Bintang yang paling terang dalam langitku hanyalah satu, dan yang lain akan menambah indahnya tudung malamku, walau tak harus menjadi bintang.
Thursday, May 12, 2005
The river of mine
Lucu juga rasanya, seperti hidup mengambang. Bukan apa yang terjadi besok yang penting, tapi apa yang sedang terjadi yang lebih berharga. Rencana kecil, besar; rencana jangka pendek, menengah dan panjang. Kapan rencana untuk hukum absolut yang menaungi semua kehidupan? Kita tidak akan pernah tahu, jadi biarkan saja semua mengalir begitu deras dalam keterbatasan arus tenang.
What a taste
Entah ini anugerah ataukah petaka..
Aku selalu jatuh cinta pada pria cerdas!
Aku selalu jatuh cinta pada pria cerdas!
Wednesday, May 11, 2005
Less desire
Saat semua sudah tercapai dan yang tak tercapai sudah direlakan, apalah arti hidup seorang manusia. Hidupku jauh dari ambisi, yang sikut-menyikut, menginjak kaki dan bahkan mungkin mengorbankan kepala orang lain. Dahulu aku berbeda, kupikir hidup sesederhana neraca, tapi rupanya tidak. Hidup bahkan jauh lebih sederhana dari itu. Jadi sudah lama kutinggalkan mimpi yang mirip sinetron indonesia itu, materi bisa jadi nomer terakhir untukku sekarang.
Curiosity sudah terpangkas habis. Rupanya dibutuhkan 2500 perak untuk memacu dia yang bercokol di dada. Dengan memaksakan kecepatan 140km/hours pada daya 1300 cc, melintas cepat kala gelap malam nyaris terusir lampu-lampu jalanan. Hei, masih ada yang berbisik! Mungkin belum seanomi itu...
Curiosity sudah terpangkas habis. Rupanya dibutuhkan 2500 perak untuk memacu dia yang bercokol di dada. Dengan memaksakan kecepatan 140km/hours pada daya 1300 cc, melintas cepat kala gelap malam nyaris terusir lampu-lampu jalanan. Hei, masih ada yang berbisik! Mungkin belum seanomi itu...
Tuesday, May 10, 2005
Regrets
Hari ini seharusnya indah bila tidak ada kesalahan mekanisme. Di luar hujan lebat saat aku mulai mengurai zat-zat tak penting di otakku. Lalu aku berbuat salah, dengan sikap dan laku, tidak lupa tutur kata. Mungkin tadi aku lupa, semua ada di otak dan bukan limpa. Teori yang paling dominan pada saat sekarang adalah bahwa lokus suasana hati ada di otak, dan zat-zat yang terlibat dalam fluktuasi suasana hati, serta berbagai keadaan seperti depresi kronis dan mania, adalah zat-zat kimia yang dinamakan amine biogenik, yang juga dikenal sebagai neurontransmiter. Jadi maafkan otakku yang tadi agak korslet yah, sayang. Ini hari kita, dan aku sungguh tak ingin merusaknya. Terima kasih untuk hari ini, kau sudah begitu sempurna.
Monday, May 09, 2005
Brain wash
Di sela kebingungan mencerna dua bahasa yang saling bersisipan di mata kuliah organizational dynamics, ada kalimat yang sangat menarik. Orang suka melakukan hal yang mereka ketahui, karena hal itu aman untuk mereka. Berbicara soal keamanan, mungkin dapat disubstitusi dengan kata jaminan. Ya, jaminan keamanan...lalu bagaimana dengan ritual/tradisi yang telah mendarah daging. Pun dengan neuron yang mencipta bujur sangkar dan bukan persegi panjang. Mungkin brain wash bukan suatu hal yang mengerikan lagi. Ada yang tahu prakteknya di Jakarta?
Saturday, May 07, 2005
History
Sungguh aku baru tahu,
sedari awal kita telah didoktrin.
Bahwa history dan bukan herstory,
muncul karena pemujaan terhadap lelaki.
sedari awal kita telah didoktrin.
Bahwa history dan bukan herstory,
muncul karena pemujaan terhadap lelaki.
Friday, May 06, 2005
Jualan air mata
Terdampar di restoran menado dengan perut yang kelaparan, sambil menunggu kami disuguhkan tayangan yang menarik rasa iba. Bukan menarik mata, karena jelas selera makan menyurut drastis saat melihat scene-scene penguras air mata itu. Judul acaranya LUNAS, pengkonsep tentu the Yahya's..hm, who else? =p anyway...konsep acaranya adalah mereka melunasi hutang orang tersebut. Yang tentu kali ini tidak dipilih secara acak, melalui seleksi yang sepertinya adalah kelas ekonomi bawah (kalau perlu yang udah tiarap malah di lantai, dan lebih baik lagi bila ada yang sakit anggota keluarganya). Hm, entah kelamaan bergaul sama sayap mana waktu kerja di trans dulu, tapi sumpah..gak tahan banget aku sama hal-hal begini. Nunjukin mental bangsa Indonesia yang semakin primitif..
Kenapa primitif? Karena di Indonesia, idealisme masih tidak bisa menghasilkan uang. Mereka tidak dihargai lebih dari cangkul kapitalisme dipuja-puja. Beberapa orang yang kutahu bekerja di stasiun TV, ingin sekali bekerja dan bukan sekedar berkarya. Atau kalau boleh, ya dua-duanya. Intinya, nurani sering sekali melompat keluar raga saat mereka harus membuat tayangan 'sinetron' itu. Ah, tapi mau bilang apa, jualan air mata, kekerasan dan seks memang paling tinggi saat ini.
Balik lagi ke acara LUNAS, yang buatku paling 'mengintimidasi' adalah saat mereka diminta menunjukkan secara nyata apa saja yang mereka punya untuk melunasi hutang tersebut. Jadi dikeluarkanlah uang 75 ribu dari bawah kasur, sofa usang berdebu, piring2 dari bak cucian dan bahkan panci2 yang tersisa. Luar biasa bagaimana ide mengalir lancar untuk menjadikan mereka bawang putih bagi mata para pemirsa...salut pada kalian, konseptor dan produser!!Provociat!
Kenapa primitif? Karena di Indonesia, idealisme masih tidak bisa menghasilkan uang. Mereka tidak dihargai lebih dari cangkul kapitalisme dipuja-puja. Beberapa orang yang kutahu bekerja di stasiun TV, ingin sekali bekerja dan bukan sekedar berkarya. Atau kalau boleh, ya dua-duanya. Intinya, nurani sering sekali melompat keluar raga saat mereka harus membuat tayangan 'sinetron' itu. Ah, tapi mau bilang apa, jualan air mata, kekerasan dan seks memang paling tinggi saat ini.
Balik lagi ke acara LUNAS, yang buatku paling 'mengintimidasi' adalah saat mereka diminta menunjukkan secara nyata apa saja yang mereka punya untuk melunasi hutang tersebut. Jadi dikeluarkanlah uang 75 ribu dari bawah kasur, sofa usang berdebu, piring2 dari bak cucian dan bahkan panci2 yang tersisa. Luar biasa bagaimana ide mengalir lancar untuk menjadikan mereka bawang putih bagi mata para pemirsa...salut pada kalian, konseptor dan produser!!Provociat!
Thursday, May 05, 2005
Sh*t, it's not plain...
Grafik hidup sedang menurun, tapi tabel emosi menunjukkan angka yang amat tinggi. Tidak banyak yang bisa kutoreh, karena sedang sibuk berlarian dengan jantung yang berdegup kencang karena khawatir.
Wednesday, May 04, 2005
In between
Andaikata aku bisa menulis yang sama, betapa kelembutannya mempengaruhi hidupku dan membentukku menjadi pribadi yang luar biasa. Andaikata aku bisa berkata yang sama, betapa aku mencintainya, karena aku terlahir darinya.
Keberadaanmu, sayang..mengobati segalanya. Aishiteru...
Keberadaanmu, sayang..mengobati segalanya. Aishiteru...
Sunday, May 01, 2005
Percakapan 18B ke A
Hari ini kau bilang sesuatu padaku. Allah tidak perlu dibela. Aku memang tidak salah pilih, tentu detik itu sebaiknya dibekukan saja. Saat mata mengerling padamu dan oksigen masuk melalui nafasku. Menciptakan hebat satu dua dan voila, otak mengirimkan sinyal yang tak henti sampai hati luluh lantak. Kau memang cerdas, jadi batalkan saja kalimat, "Aku ini pria sederhana yang bodoh.", kau telah penjarakan aku dalam hadap dinding putih dikelilingi atmosfer hitam kalau begitu, sungguh bahagia dalam kesederhanaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)